Home » Berita»BAPPELITBANG KOORDINASIKAN PELD

 
Logo

Login

Aplikasi

  • Database SD
  • emonev
  • eplanning
  • Musrenbang
  • PROFIL INVESTASI KABUPATEN BANJAR 2015
  • SI ELOK
  • SIMNANGKIS
  • Sisda
  • Sisda 2015
  • smp
  • update
  • usulan
  • usulanskpd
  • Wisata Kab. Banjar

Tautan

  • DEPDAGRI
  • DIRJEN BANGDA
  • BAPPEPROV
  • BAPPENAS

Tentang Kami

Bappelitbang Kabupaten Banjar
Jl. Ahmad Yani No. 2 Martapura
Telp. 0511. 4721504
Fax. 0511. 4721453
bappeda_banjarkab@yahoo.com

BAPPELITBANG KOORDINASIKAN PELD

Martapura, sektor hilir berupa barang setengah jadi dan barang jadi karet merupakan alternatif guna mampu mempertahankan karet tetap sebagai komoditas unggulan Kabupaten Banjar. Yaitu perluasan areal budidaya dan peningkatan produktivitas harus diperkuat  dengan sektor pengolahan dan pemasaran. Strategi yang ditetapkan dalam pengembangan sub sektor produk barang jadi karet adalah melakukan kerjasama dengan pihak pabrikan di luar daerah serta dengan pusat penelitian produk karet.

Dalam kesempatan tersebut, Rabu 25 Januari 2017 Bappelitbang Kabupaten Banjar melalui Bidang Ekonomi mengadakan acara rapat Koordinasi Pengembangan Ekonomi Lokal Daerah (PELD) yang dipimpin langsung oleh Kepala Bappelitbang Harry Supriadi. Beberapa tujuan yang menjadi dasar diadakannya rapat tersebut yaitu mengevaluasi kegiatan PELD tahun 2016 dan juga mereview kegiatan yang sudah dicapai dan merencanakan kegiatan untuk satu tahun ke depan.

Selain itu tentang menambah pilot project PELD yang semula hanya tiga kecamatan seperti Mataraman, Karang Intan, dan Simpang Empat menjadi delapan kecamatan yaitu Aranio, Pengaron, Sungai Pinang, Sambung Makmur, dan Astambul. Mengenai Tiga daerah yang menjadi pilot project yang telah berhasil menghasilkan produk karet dengan kualitas terbaik seperti produk lump dengan bokar bersih kualitas terbaik di Kalimantan Selatan berasal dari UPPB Bangun Sahabat Desa Mandikapau Kecamatan Karang Intan.

Ruang lingkup Klaster karet seharusnya menjadi klaster perkebunan serta rencana klasterisasi per wilayah tergantung potensi masing-masing kecamatan. Sehingga perlunya menghidupkan atau membentuk koperasi perkebunan yang anggotanya berasal dari para petani agar dapat menyalurkan bantuan pemerintah atau penyertaan modal dari pemerintah daerah. (ADB/Eko)

Tags: , , , ,

Formulir Surat Warga